Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2008

Menyiasati Bayi tersedak Akibat ASI Berlebih

Hiperlaktasi merupakan suatu kondisi di mana produksi ASI ibu melimpah. Dengan refleks pengaliran air susu yang ringan dapat membuat ASI memancar dengan sangat deras, sehingga seringkali menyebabkan bayi tersedak dan kemudian muntah.



Namun ibu tidak perlu khawatir, karena beberapa kiat berikut dapat membantu Anda untuk mencegah bayi tersedak :

  • Sebelum mulai menyusui bayi, perahlah sedikit ASI.
    Tindakan ini akan memperlambat aliran ASI yang keluar saat disusukan pada bayi. Sebaiknya Anda tidak memerah ASI dalam jumlah yang terlalu banyak, dan jangan melakukannya di antara dua waktu menyusui. Karena semakin banyak ASI yang Anda perah dan semakin sering Anda merangsang payudara, maka semakin banyak tubuh Anda memproduksi ASI.

  • Cobalah menyusui lebih sering dalam berbagai posisi.
    Umumnya posisi yang sesuai untuk mengatasi masalah hiperlaktasi ini adalah posisi ibu setengah tidur dan bayi ditengkurapkan di dada ibunya. Dalam posisi ini, aliran ASI mengarah ke atas, sehingga keluarnya ASI tidak terlalu deras.

Sedangkan untuk mengurangi produksi ASI, Anda dapat melakukannya dengan menyisakan ASI di dalam payudara. upayakanlah agar bayi tidak terlalu lama menyusu. Seiring dengan berkurangnya jumlah ASI yang keluar dari payudara pada satu waktu menyusui, tubuh ibu pun akan mengurangi produksi ASI-nya.

Mengurangi produksi ASI tersebut perlu waktu. Sebaiknya Anda dapat bersabar dan jangan terlalu mudah putus asa. Sebaiknya Anda juga tidak berfikir bayi akan menolak Anda selamanya. Ia hanya belum mampu mengatasi derasnya aliran ASI saat ini, dan akan terus berupaya mengatasinya bersama-sama dengan Anda. Sementara itu, untuk mencegah baju Anda kotor karena ASI, gunakanlah breast pads dan baju atasan yang bermotif. Tidak ada salahnya bila Anda mendonorkan kelebihan ASI Anda tersebut ke rumah sakit. Kelebihan ASI Anda akan sangat bermanfaat bagi banyak bayi lain.

Bila tidak ada satu cara pun yang berhasil pada Anda, segeralah temui dokter atau konsultan laktasi. Hiperlaktasi mungkin membuat bayi sulit menyusu, namun hal ini tidak akan membahayakannya. Selain itu, kabar baiknya adalah tubuh Anda memproduksi makanan dalam jumlah berlimpah, sehingga bayi dapat tumbuh kembang optimal.

Tip Memandikan Bayi






  1. Isilah bak mandi dengan air setinggi kira-kira 7,5 cm dari dasar bak.
  2. Untuk bayi yang baru lahir, bersihkan terlebih dahulu kedua matanya dengan kapas yang telah direndam air matang. Bersihkan mata bayi dari ujung mata ke arah hidung, Gunakan kapas yang berbeda untuk masing-masing mata.
  3. Bersihkan pula lubang hidung si kecil secara perlahan-lahan dengan cotton buds yang telah terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air bersih.
  4. Gantilah kapas untuk masing-masing lubang hidung. Hati-hati, jangan memasukkan cotton buds terlalu dalam.
  5. Kemudian bersihkan juga daun telinga si kecil dengan cotton buds yang telah diberi baby oil. Jangan masukkan cotton buds ke dalam lubang telinga, bersihkan bagian luar telinganya saja.
  6. Sebelum membersihkan tubuhnya, bukalah baju bayi secara bertahap. Mula-mula bukalah baju bagian atas, baru kemudian popok atau celana bayi.
  7. Bersihkan alat kelamin dan pantat bayi dengan kapas bulat yang sudah dibasahi air. Bersihkan setiap lipatannya.
  8. Kemudian mulailah menyabuni rambutnya serta seluruh badan bayi, terutama lipatan-lipatan kaki, paha, tangan serta lehernya dengan menggunakan sabun bayi.
  9. Ukur kembali suhu air dalam bak mandi. Kemudian selipkan tangan kiri Anda ke bawah tengkuk si kecil, lalu pegang erat-erat ketiaknya. Sanggahlah tengkuk si kecil dengan pergelangan tangan Ibu, lalu pegang tubuhnya dengan tangan kanan Ibu.
  10. Angkatlah si kecil dan masukkan ke dalam bak mandi. Sementara tangan kiri Anda menyangga kepala dan memegangi ketiaknya, tubuhnya sebagian terendam dalam air. Gunakan tangan kanan Ibu untuk membersihkan sabun di telinga, leher, dan seluruh badannya. Biarkan si kecil bermain dalam air selama sekitar 2-5 menit. Bila si kecil sudah cukup besar, berikan mainan kapal-kapalan atau bebek-bebekan agar acara mandi semakin menyenangkan.
  11. Untuk membersihkan bagian belakang tubuhnya, balikkan badan si kecil, kemudian sanggah badannya dengan tangan kiri Anda dan pegang erat-erat ketiaknya. Lalu dengan tangan kanan, bersihkanlah punggungnya.
  12. Setelah acara mandi selesai, angkatlah tubuh si kecil dari dalam air, lalu bungkuslah tubuhnya dengan handuk.
  13. Sambil mengajaknya bercengkrama, keringkan tubuh bayi dengan cara menekan-nekankan handuk bayi ke tubuhnya.
  14. Setelah tubuhnya kering, taburkan bedak bayi di dada, perut dan punggungnya, agar tubuhnya wangi dan segar. Perhatikan setiap lipatan dan lekukan khususnya di daerah kemaluaannya. Usapkan lipatan pada kemaluan si kecil dengan baby oil.
  15. Terakhir, pakaikan popok dan baju bayi, lalu sisirlah rambutnya dengan sisir khusus untuk rambut bayi. Bila cuaca mengijinkan, ajakan si kecil jalan-jalan atau berjemur di bawah sinar matahari pagi.